Header AD

Karena Wabah Kita Melek Sunah





Oleh Tinur Si Bikhoir

A.        Pendahuluan

1.         Latar Belakang Masalah

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.

Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Dan baru-baru ini pemerintah indonesia mulai merencanakan new normal sebagai langkah percepatan penanganan COVID-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi

Dengan mewabahnya virus corona di kehidupan kita sekarang ini, banyak hal menjadi berubah. Perilaku sosial masyarakat, perilaku hidup dan banyak hal menjadi tidak biasa. Banyak berita bertebaran, banyak perubahan dan protokol-protokol kesehatan yang diberlakukan yang tidak sedikit membuat orang bingung dan kewalahan.

Sebagai seorang muslim, kita megetahui bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi dimuka bumi ini kecuali atas kehendak (irodat) Alloh. Setiap Alloh berkehendak pasti terjadi, setiap sesuatu yang tidak dikehendaki Alloh terjadi, tidak akan terjadi. Sama seperti kematian. Kalau kita bicara soal sebab-akibat, seorang meningal bukan karena penyakit yang dideritanya. Bukan karena kecelakaan, bukan karena sudah tua. Bukan karena ditabrak mobil. Itu semua hanyalah Al-haal (keadaan) ketika kematian itu datang, bukan sebab. Ada banyak orang tertabrak mobil tidak meninggal. Ada banyak orang terkena stroke atau penyakit berat lainnya tidak meninggal. Ada yang baru lahir sudah meninggal. Semua itu bukan sebab, karena sebab harus selalu melahirkan akibat. Kalau begitu sebabnya apa? Penyebab kematian hanyalah satu, yaitu dicabutnya nyawa oleh malaikat maut. “Sudah waktunya” bahasa orang awam. Kalau malaikat maut sudah mendapat perintah mencabut nyawa oleh Alloh, tidak ada apapun yang dapat menghalanginya.

Cukup banyak berita mengabarkan bahwa wabah ini adalah konspirasi. Wallohu a’lam. Tapi mungkin sejenak perlu kita renungkan kembali perkataan Ibnu Athoillah, "Kalo kita tidak bisa ingat dengan Alloh memberi ni'mat. Maka Alloh akan membuat musibah yg memaksa kita ingat”. Lalu apakah kita tidak ingin berfikir bahwa wabah ini adalah kiriman pengingat dari Alloh untuk kita? Dan Maa Syaa Alloh ternyata dibalik setiap protokol kesehatan yang diputuskan berdasarkan penelitian ini adalah perilaku sunnah yang sudah Rosululloh S.A.W ajarkan kepada kita. Benarkah wabah ini pengingat, jika ternyata setiap penawarnya adalah sesuatu yang sudah Alloh putuskan dan ajarkan melalui ucap dan tingkah baginda Rosul kita?

2.         Tujuan

a.         Tawasau bil Haq wa tawasau bish shobr,

b.         Berdiskusi. Tulisan ini bukan untuk menggurui atau mendikte seseorang. Salah satu cara mengembangkan ilmu adalah dengan berdiskusi atau musyawarah. Jika ada sesuatu hal dalam tulisan ini yang salah, keliru atau kurang jelas mari kita bahas dan diskusikanbersama-sama. Karena tulisan ini jauh dari kata sempurna, kritik dan saran akan sangat berguna. 

 

B.        Pembahasan

1.         Virus Corona

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).

Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.

2.         Pencegahan Virus Corona (COVID-19)

 Anda dapat mengurangi kemungkinan terinfeksi atau menyebarkan COVID-19 dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan sederhana:

a.         Secara teratur dan menyeluruh bersihkan tangan Anda dengan mencuci tangan dengan handsanitizer atau cuci dengan sabun dan air mengalir. Mengapa? Mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan handsanitizer berbasis alkohol membunuh virus yang mungkin ada di tangan Anda.

b.         Pertahankan jarak / Phisical distancing setidaknya 1 meter (3 kaki) antara Anda dan orang lain. Mengapa? Ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil (droplet) dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus. Jika Anda terlalu dekat, Anda dapat menghirup tetesan, termasuk virus COVID-19 jika orang tersebut menderita penyakit tersebut.

c.         Hindari pergi ke tempat yang ramai. Mengapa? Di mana orang-orang berkumpul bersama, Anda lebih mungkin untuk melakukan kontak dekat dengan seseorang yang memiliki COIVD-19 dan lebih sulit untuk menjaga jarak fisik 1 meter (3 kaki).

d.         Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut. Mengapa? Tangan menyentuh banyak permukaan dan dapat mengambil virus. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut Anda. Dari sana, virus dapat masuk ke tubuh Anda dan menginfeksi Anda.

e.         Pastikan Anda, dan orang-orang di sekitar Anda, mengikuti kebersihan pernapasan yang baik. Ini berarti menutupi mulut dan hidung Anda dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat Anda batuk atau bersin. Kemudian segera buang tisu bekas dan cuci tangan Anda. Mengapa? Tetesan menyebarkan virus. Dengan mengikuti kebersihan pernapasan yang baik, Anda melindungi orang-orang di sekitar Anda dari virus seperti flu, flu dan COVID-19.

f.          Tetap di rumah dan isolasi diri bahkan dengan gejala kecil seperti batuk, sakit kepala, demam ringan, sampai Anda pulih. Minta seseorang membawakan Anda persediaan. Jika Anda harus meninggalkan rumah, kenakan masker untuk menghindari menulari orang lain. Mengapa? Menghindari kontak dengan orang lain akan melindungi mereka dari kemungkinan COVID-19 dan virus lainnya.

g.         Jika Anda demam, batuk, dan sulit bernapas, cari bantuan medis, tetapi teleponlah terlebih dahulu jika memungkinkan dan ikuti petunjuk dari otoritas kesehatan setempat. Mengapa? Otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah Anda. Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan Anda dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Ini juga akan melindungi Anda dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.

h.         Tetap perbarui informasi terbaru dari sumber tepercaya, seperti WHO atau otoritas kesehatan lokal dan nasional Anda (untuk indonesia bisa menghubungi layanan 119). Mengapa? Otoritas lokal dan nasional paling baik ditempatkan untuk memberi nasihat tentang apa yang harus dilakukan orang di daerah Anda untuk melindungi diri mereka sendiri.

3.         Dimana Letak Sunnahnya?

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.(QS Ali Imron : 164)

a.         Phisical Distancing

Banyak yang salah kaprah mengenai ini, Phisical distancing itu dengan orang lain atau dengan orang yang dalam pengawasan (ODP). Tidak dengan setiap orang harus phisical distancing apalagi dengan mahrom atau pasangan suami/istri. Hal ini merujuk pada sebuah anjuran untuk menjaga batasan dengan seseorang yang bukan merupakan mahrom kita.Sebagaimana kita tau budaya kita terlalu bebas dan biasa saja dengan salaman kepada yang bukan mahrom bahkan cipika cipiki dengan yang bukan mahrom didepan umum dianggap wajar. Disebabkan phisical distancing ini disadari atau tidak, perkumpulan mulai berkurang, meminimalisir perkontakan wanita dan laki-laki yang bukan mahrom.

Dari Ma’qil bin Yasar radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sungguh jika kepala seorang laki-laki ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya (bukan istri atau mahramnya)” HR ath-Thabarani.

Semoga ketika wabah ini berakhir, phisical distancing menjadi suatu budaya baru di indonesia dan dunia.

b.         Rutin Mencuci Tangan

Di antara sunnah Nabi Muhammad SAW adalah menjaga wudhu. Setidaknya, seorang muslim berwudhu minimal lima kali dalam sehari. Setiap hendak mendirikan shalat fardhu. Kuantitas ini akan bertambah seiring dengan bertambah kualitas kecintaannya kepada Nabi yang mulia. Bahkan, jika seorang muslim memperbarui wudhu saat hendak shalat, meski belum batal, baginya tercatat sunnah yang mulia.

Rasulullaah SAW bersabda, “.. dan ketahuilah sebaik-baik amal kalian adalah shalat dan tidaklah menjaga wudhu melainkan orang-orang yang beriman.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad; shahih)

“Sejatinya ummatku pada hari qiyamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudhu semasa hidupnya di dunia.” (HR. Bukhory Muslim) Apalagi tidur dalam keadaan memiliki wudhu. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa tidur di malam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’.” (HR. Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a.)

Secara klinis dengan mencuci tangan yang benar dibawah air mengalir bisa menghilangkan beberapa kuman dan bakteri, meski belum ada penelitian yang menunjukkan bisa menghilangkan virus corona namun berwudlu tetap dianjurkan. Untuk menuntas keraguan boleh mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu sebelum berwudlu.

c.         Etika Bersin

Hendaknya orang yang bersin untuk merendahkan suaranya dan tidak secara sengaja mengeraskan suara bersinnya. Hal tersebut berdasarkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu:

 أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا عَطَسَ غَطَّى وَجْهَهُ بِيَدِهِ أَوْ بِثَوْبِهِ وَغَضَّ بِهَا صَوْتَهُ. “Bahwasanya apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersin, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menutup wajah dengan tangan atau kainnya sambil merendahkan suaranya.” [HR. Ahmad)

d.         Tingkatkan daya tahan tubuh

Ada rahasia menakjubkan dalam kurma. Nutrisi dalam kurma nyaris lengkap bahkan dalam sebuah studi disebutkan mungkin akan menjadi makanan masa depan. Pernah dengar persalinan maryam? Dalam kisah persalinan Maryam dikisahkan saat selesai melahirkan sayidatina maryam mendapat perintah dari Alloh untuk menggoyangkan pohon kurma, kemudian berjatuhanlah kurma kurma segar dari pohon itu. Setelah diteliti oleh penelitian masa kini, diketahui ternyata kandungan kurma adalah semua kebutuhan yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

Rasulullah biasa memakan 7 butir kurma di waktu Dhuha.  Untuk kebutuhan khusus Misalnya Hb rendah, maka makanlah kurma lebih banyak, 2 atau 3 kali makan, dengan setiap kali makan 7 butir. Maksimalkan khasiat kurma deng an memadukannya bersama susu, telur, daging, vitamin C (mis: jeruk, jambu biji) dan vitamin B (mis: kacang hijau)

Rasulullaah dalam hadits riwayat Bukhari (no 5769) dan Muslim (no 2047) (155), “Barangsiapa mengkonsumsi 7 butir kurma Ajwa pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun atau sihir.”

Maa Syaa Alloh, sesuai dengan yang disabdakan rosul beribu tahun yang lalu, kebutuhan nutrisi kita sehari-hari tercukupi dalam 7 butir kurma.

e.         Penggunaan Masker

Siapa yang merasa risih dengan penggunaan masker?

Disadari atau tidak, penggunaan masker ini memberikan ruang untuk kita melek terhadap sunnah menundukkan pandangan dan tidak bertabarruj dalam penampilan (make up misalnya),

C.        Kesimpulan

MaaSyaa Alloh Banyak hal yang bisa kita ambil hikmah dari kejadian ini, semoga setelah wabah ini berlalu kita masih bisa menerapkan sunnah-sunnah indah yang sudah kita pelajari dalam tulisan singkat ini.

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. اَلّٰلهُمَّ نَظِّمْ أَحْوَالَنَا وَحَسِّنْ أَفْعَالَنَا، وَخَلِّصْنَا مِنْ أَلَمِ الْفَقْرِ وَالذُّلِّ وَاعْصِمْنَا مِنَ الْبَلَاءِ وَالْوَبَاءِ وَالطَّاعُوْنِ، وَمِنْ شُرُوْرِ الْأَعْدَاءِ وَالشَّيَاطِيْنِ وَالنَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ. اَلّٰلهُمَّ يَسِّرْ لَنَا الْإِنْتِظَامِ فِى جَمِيْعِ الْأُمُوْرِ الدِّيْنِيَّةِ وَالدُّنْيَوِيَّةِ وَحَصِّلْ مُرَادَنَا بِالْخَيْرِ. اَلّٰلهُمَّ بَعِّدْنَا مِنَ الشَّرِّ وَالْعِصْيَانِ. اَلّٰلهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ. يَا مُحَوِّلَ الْحَوْلِ وَالْأَحْوَالِ حَوِّلْ حَالَنَا إِلَى أَحْسَنِ حَالٍ. اَلّٰلهُمَّ يَا كَثِيْرَ النَّوَالِ، وَيَا خَالِقَ جَمِيْعِ الْأَفْعَالِ، وَفِّقْنَا لِنِيَّةِ الْخَيْرِ فِى جَمِيْعِ الْأَقْوَالِ وَالْأَحْوَالِ. اَلّٰلهُمَّ سَلِّمْنَا وَسَلِّمْ دِيْنَنَا، وَلَا تَسْلُبْ وَقْتَ النَّزَعِ إِيْمَانَنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ وَلَا يَرْحَمُنَا وَارْزُقْنَا خَيْرَىِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

 

Referensi:

Rahayu, Mugi. Persalinan Maryam Melahirkan Keshalihan . 2017 Yogyakarta: CV Pradita Utama

HR ath-Thabarani dalam “al-Mu’jamul kabiir” (no. 486 dan 487) dan ar-Ruyani dalam “al-Musnad” (2/227), dinyatakan shahih oleh Imam al-Haitsami (Majma’uz zawa-id 4/598), al-Mundziri dan al-Munawi (lihat kitab “Faidhul Qadiir” 5/258), dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani dalam “Silsilatul ahaadiitsish shahiihah” (no. 226)

https://bidanmudabergerak.wordpress.com/2018/07/23/7-butir-kurma-untuk-ibu-hamil/

https://www.alodokter.com/virus-corona

https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public


(Disampaikan dalam Diskusi Online Ahsanul Qurun pada Minggu, 14 Juni 2020)


Karena Wabah Kita Melek Sunah Karena Wabah Kita Melek Sunah Reviewed by Ahsanulqurun on June 16, 2020 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads