Header AD

Relevansi Puasa Dalam Kehidupan Modern



Oleh: Anja Hawari Fasya
Dalam psikologi perkembangan (development psychology), kita ketahui bahwa dalam perkembangan kepribadian, manusia mengubah-ubah kebutuhanya. Dengan kata lain, kenikmatan manusia berganti-ganti sesuai dengan perkembangan kepribadianya. Menurut sigmund freud ada tiga tahap perkembangan anak. Pertama periode oral,  Dalam fase ini pada umumnya anak menemukan kenikmatan ketika memasukan sesuatu ke dalam mulutnya. Pada priode oral, jika anak-anak diperintahkan berjalan, dia akan berusaha mengambil sesuatu dan memasukanya ke dalam mulut. Pada perkembangan selanjutnya, kenikmatan tidak hanya terletak pada mulut. Kenikmatan didapakan ketika ia mengeluarkan sesuatu dari tubuhnya. Seperti ketika buang air besar atau kecil, tak heran di periode anal, anak-anak cenderung berlama-lama di toilet. Periode terakhir ialah genital, periode si anak menuju gerbang kedewasaan. Di fase ini si anak senang sekali mempermainkan alat kelaminya dan memperlihatkanya pada orangtuanya.
Kalau teori Freud benar, maka seluruh kebutuhan pada masa kanak-kanak ini bersifat fisik. Tidak ada kebutuhan ruhaniah. Kebutuhan kita ini berkembang. Semakin dewasa, kita tidak hanya di fase oral yang hanya memikirkan makan dan minum, semakin dewasa semakin abstraklah kebutuhan kita. Namun  tak jarang kita menemui orang-orang dewasa yang bermental oral, mereka hanya terpaku mencari kebutuhan fisik semata, makan,minum bahkan kekayaan.
Orang-orang modern, dalam pandangan freud, adalah orang yang sakit jiwa. Mereka adalah orang-orang yang terhambat dalam perkembangan kepribadiannya. Mereka hanya mengejar kenikmatan dalam makan dan minum. Atau paling tidak, mereka terhambat pada tingkat genital. Mereka seperti anak yang memainkan alat kelaminya semata.
Zygmund Brauman sosiolog asal polandia berpandangan bahwa modernitas memiliki dua gejala pokok, yakni modernitas padat dan modernitas cair. Dalam modernitas padat masyarakat tumbuh dalam bimbingan ide dan tatanan, sementara dalam modernitas cair masyarakat dan manusia secara paradoksal didikte oleh ilusi mengenai kecepatan dan perubahan yang terus menerus hingga akhirnya kehilangan pendasaran.  Manusia dalam modernitas adalah perencanan dan perancang yang tidak hanya memiliki pandangan mengenai bagaimana dunia mesti dipahami tetapi  juga penguasa berbagai alat untuk mencapai pemahaman itu. Ilmu pengetahuan, teknologi, dan akal budi menjadi dewa-dewa baru. Alam dipandang sebagai halangan yang mesti ditaklukan.
Dari uraian yang panjang ini, kita bisa menyimpulkan bahwa masyarakat modern sejatinya hanya mencangkup kebutuhan fisik saja, kita kekeringan semangat ruhani akibat pemenuhan fisik yang brutal dan terus-menerus.  Menyambut bulan ramadhan, sebenarnya pada bulan puasa kita dilatih untuk mengembangkan kepribadian, kita meninggalkan tingkat oral, anal dan genital untuk miraj ke tingkat ruhaniah yang lebih tinggi. Pada siang hari kita dilatih untuk meninggalkan masa kanak-kanak, periode oral kita dikekang dengan tidak makan dan minum, kita mencoba mengendalikan fase genital dengan tidak melakukan sex dan mengontrol hawa nafsu. Kita berusaha menanggalkan keterikatan pada tubuh kita dan mulai memperlihatkan kebutuhan ruhani kita. Kita adalah gabungan ruh dan tubuh, meski pada kenyataanya sehari-hari kita terikat sekali dengan tubuh kita.
Itu sebabnya puasa bukan hanya ada pada ajaran islam, semua agama memiliki konsep puasa, ada beberapa fungsi utama puasa : sarana medekatkan diri pada tuhan dan memenuhi kebutuhan ruhani spritual. Dalam ajaran islam anjuran puasa di firmankan oleh Allah Swt dalam surat Al Baqarah ayat 183
‘’ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
 
Semoga kita dimudahkan oleh Allah swt untuk mengisi hari-hari di bulan ramadhan dengan peningkatan kepribadian kearah pengisian spirit ruhani. Aamiin....

Relevansi Puasa Dalam Kehidupan Modern Relevansi Puasa Dalam Kehidupan Modern Reviewed by Ahsanulqurun on April 17, 2020 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads