Header AD

Peranan Mahasiswa dan Mahasantri Sebagai Agent of Change Masa Depan




A.    PENDAHULUAN
Segala puji hanya milik Allah dzat yang di dalam kekuasaa-Nya terbentang kerajaan langit dan kerajaan bumi, dan kita sebagai salah satu mahluk ciptaan-Nya merupakan rangkaian sunnah kebesaran serta kekuasaan dan juga merupakan rangkaian keindahan atas apa yang telah diciptakan oleh-Nya.

Salawat beserta salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada uswah hasannah, panglima jihad fisabilillah Muhammad SAW. Tak lupa kepada keluarganya, sahabatnya, tabi’in tabiatnya, yang senantiasa istiqamah dan i’tiba terhadap risalah dan nubuwah yang telah diberjalankan olehnya dan mudah-mudahan sampai kepada kita semua selaku umatnya.

    1.  Latar Belakang Permasalahan
Mahasantri dan Mahasiswa merupakan peranan pemuda dalam kancah perjuangan, terkhusus dalam perjuangan Islam. Oleh karena itu eksistensinya sangat menentukan dalam lingkungan kehidupan baik dalam masa kini maupun masa depan. Dr.Syakir Ali Salim berpendapat “Pemuda Islam merupakan tumpuan umat, penerus dan penyempurna misi risalah ilahiyyah oleh karena itu eksistensinya sangat menentukan dalam umat ataupun masyarakat”.

Disadari atau tidak pada saat ini kita sedang ada dalam masa yang disebut dengan Bonus Demografi. Yang mana komposisi jumlah penduduk yang berusia produktif lebih besar dibandingkan dengan jumlah usia yang tidak produktif. Sehingga ini merupakan tantangan dan kesempatan untuk kita sebagai pelaku bonus demografi untuk membangun segala bentuk tatanan masa depan baik itu dalam ranah kecil ataupun besar. Maka dari itu mahasantri dan mahasiswa merupakan dua kata yang bermakna, kata ini bukanlah dua kutub yang bersebrangan, namun merupakan gula dan manisnya yang mana keduanya harus bersatu untuk mengkonsep bagaimana kedepanya tatanan umat manusia dari mulai setiap jengkal tanah-tanahnya, warganya, kekuasaanya, pendidikanya, dan segala bentuk tatanan supaya pulang dan kembali pada masa penuh kemakmuran dan kesejahteraan.

Lantas siapakah itu Mahasantri dan Mahasiswa, dan apa yang harus dikonsep untuk kedepannya?

    B.     PEMBAHASAN I
     1. Pengertian Mahasantri

   Mahasantri adalah tingkatan tertinggi dari kalangan tingkat para santri, atau seseorang yang               mendalami ilmu agama di suatu lembaga pondok pesantren yang bernotabene dari mahasiswa. Santri tidak bisa dipisahkan dari kehidupan ulama yang menjadi pengikut atau pelanjut perjuangan ulama yang setia.

     2.  Urgensi Mahasantri dalam Eksistensi Umat
   Santri adalah sosok yang selalu membawa kearifan dan harapan di dalam umat  dari masa lalu      hingga zaman modern saat ini. Masyarakat tidak memandang latar belakang dari para santri, entah itu dari keluarga bangsawan maupun keluarga masyarakat awam dan tak ada keraguan lagi terhadap kehadiran para santri di lingkungannya. Oleh karena itu kehadiranya sangat diharapkan oleh umat, sebagai pemersatu dan penyempurna misi risalah ilahiyah.

    3.  Konsep Visioner Sebagai Agent Of Change
  Selain sebagai elemen penting dalam suatu lembaga pesantren, santri juga identik sebagai sosok       yang sangat diharapkan di lingkungan masyarakat terlebih santri yang baru selesai “nyantri”. Setelah selesai mengenyam pendidikan di pesantren, seorang santri diharapkan dapat mengajarkan kitab-kitab dan memimpin kegiatan keagamaan di masyarakat. Tidak sedikit pula yang meminta para lulusan pesantren ini untuk ceramah atau berdakwah di luar kota bahkan sampai luar negeri.

Selain itu tawaran berbagai pekerjaan di banyak perusahaan karena banyak orang yang percaya akan kejujuran, rasa kepedulian, tanggung jawab serta kepiawaian seorang santri dalam mengolah sesuatu yang sederhana menjadi sesuatu yang lebih baik. Dapat dikatakan bahwa santri adalah kunci dari kehidupan masyarakat, bahkan ada yang mengatakan bahwa calon-calon pemimpin umat di akhir zaman adalah seorang santri.

     4. Antropologi Budaya Mah’ad Aly
   Kita tahu bahwa Ma'had Aly adalah wujud pelembagaan sistemik tradisi intelektual pesantren       tingkat tinggi yang keberadaanya melekat pada pesantren. Dalam artian yang lebih mudah dipahami bahwa Ma'had Aly adalah perguruan tinggi atau universitas yang dimiliki pesantren.

Dan juga Ma'had Aly sebagai perguruan tinggi pesantren tentunya mempunyai peran yang vital untuk mengembangkan tradisi intelektual dikalangan pesantren dan juga mempunyai peran untuk menjaga keilmual-keilmuan agama Islam yang telah menjadi warisan para ulama.

Dalam proses pembelajaran,di Ma’had Aly menggunakan metodologi pengajaran yang memberi kesempatan kepada para peserta untuk berekspressi. Di antara metode-metode yang sering digunakan adalah diskusi, seminar, dan penulisan laporan kepustakaan, namun ada juga yang berbasis talaqi. Pengajar di Ma’had Aly lebih berperan sebagai pembimbing, pengarah, dan fasilitator, sementara para peserta dituntut untuk aktif dan berinisiatif sendiri dalam mengembangkan pemahaman-pemahaman keagamaan. Sehingg untuk kepentingan ini Ma’had Aly pada umumnya dilengkapi dengan perpustakaan yang menyediakan literatur-literatur keagamaan yang bervariasi.

Dan Mahasantri setiap harinya dididik supaya menjadi seorang ulama yang mempuyai sifat-sifat yang dicontohkan oleh Rasulullah, seperti: shidiq, amanah, tabligh dan fathonah. Dan juga bisa mengantar mahasantri jadi cendikiawan dan ilmuan yang memiliki kemauan dan kemampuan professional, terbuka, bertanggungjawab, berdedikasi dan peduli terhadap bangsa dan negara serta berpandangan bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘alamin.


C.    PEMBAHASAN II
1. Pengertian Mahasiswa
Mahasiswa merupakan tingkatan tertinggi dari kalangan tingkat pelajar, atau orang yang belajar di perguruan tinggi. Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit itu, terdaftar pada suatu perguruan tinggi hanyalah sebuah syarat administrasif tetapi menjadi mahasiswa mengandung arti dan makna yang lebih luas, bukan hanya syarat administrasif saja.
Menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggan sekaligus tantangan. Betapa tidak, menjadi mahasiwa bukan hanya sebagai ajang gengsi-gensian atau hanya ingin dipandang karena akan berujung nama yang mempunyai gelar. Seorang mahasiswa merupakan agen yang harus membawa perubahan ditengah riuh dan hirup pikuk masyarakat yang tertindas oleh kekuasaan dan keadaan, maka disini peranan kita sangat dibutuhkan.

  1. Urgensi Mahasiswa dalam Eksistensi Masyarakat
Mahasiswa merupakan target yang di investasikan masa depan negeri, segala macam lebel pun disandang, dari mulai mahasiswa sebagai Direct Of Change (Perubahan Langsung), Iron Stock (Pengganti Generasi Sebelumnya), Moral Force (Moral yang Baik), Sosial Control (Pengontrol Kehidupan Sosial), bahkan sebagai Agent Of Change (Pembawa Perubahan). Namun secara garis besar peran dan fungsi mahasiswa itu sangatlah penting dalam eksistensinya di masyarakat, setidaknya ada tiga peran dan fungsi mahasiswa yang sangat penting:
1.      Peranan Sosial
Selain tanggung jawab individu dan keluarga, mahasiswa juga berperan dalam kelangsungan sosial. Dimana keberadaan dan segala bentuk perbuatanya harus bermanfaat untuk semua lingkungan sosial.
2.      Peranan Moral
Mahasiswa berbeda dengan siswa, mereka tidak lagi terikat dengan peraturan yang signifikan. Mereka bebas memilih kehidupan yang mereka mau, namun disini mereka dituntut suatu tanggung jawab moral terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar. Maka dari itu peranan moral bagi mahasiswa harus benar-benar melekat dengan jiwa, dari mulai mengayomi yang lebih muda dan harus mengarahkan kepada bentuk moral yang lebih mulia tentunya dibarengi dengan contoh bukan hanya bual belaka.
3.      Peranan Intelektual
Mahasiswa tentunya pasti bergelut dengan bidang ilmu pengetahuan, maka tak heran jika mahasiswa disebut-sebut sebagai insan intelek. Peranan intelek disini dalam artian kita bisa mewujudkan status tersebut dalam ranah kehidupan nyata, sehingga kita bisa memberikan arahan terhadap masyarakat awam jika ada kesulitan, ataupun bisa menjelaskan bagaimana pola manfaat ilmu yang sudah kita pelajari selama dalam masa didikan perguruan tinggi.

           2.       Konsep Visioner Sebagai Agent Of Change
Sebagaimana yang telah kita rasakan, bahkan kita saksikan bersama adanya kerusuhan, kebijaksanaan yang tidak bijaksana, keadilan yang tidak adil, pendidikan yang tidak terdidik, krisis ekonomi, pengadilan yang hanya menjadi judi kehidupan, dan masih banyak lagi huru-hara yang tak sedikit menyengsarakan masyarakat negeri ini. Tentunya kita sebagai mahasiswa belajar dan mengemban ilmu selama sekian tahun dengan bidang dan jurusan yang berbeda-beda, tiada lain untuk memperbaiki kerusahan dan problem pada negeri ini. Sekalipun kedepannya  entah seberapa lama dunia ini akan bertahan, Selama Allah mengizinkan kita untuk bernafas maka selama itu pula kita harus tetap optimis hidup dan memperbaiki diri sembari menjalankan tugas hidup kita yaitu ibadah.
Tidak harus revolusi industri dengan segala macam teknologi yang sangat canggih, namun revolusilah diri menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik, terlebih harapan masyarakat sebenarnya sederhana mereka hanya ingin hidup dalam kelayakan, anak-anak bisa mengemban ilmu di bangku pendidikan tanpa biaya yang mahal, pengangguran dapat pekerjaan, inflasi tidak berkepanjangan, yatim piatu dan dhuafa bisa diayomi, koruptor dan penjahat dipenjarakan, dan banyak lagi harapan masyarakat yang lainya. Maka makna mahasiswa sebagai Agent Of Change dari suatu perubahan artinya jika ada sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar dan itu salah, maka kita mahasiswa, mahasantri, pemuda dan pemudi dituntut untuk merubahnya sesuai dengan harapan yang sesungguhnya.
           3.      Antropologi Budaya Kampus 
Realita kehidupan dan budaya yang terjadi di kampus meliputi aktivitas belajar mengajar, kegiatan mahasiswa, organisasi dan banyak lagi yang pada umumnya dilakukan di kampus. Pandangan masyarakat terhadap dunia kampus mulai memincingkan mata, terlebih para pelaku kampus yang katanya jauh daripada nilai-nilai keislaman. Namun begitulah adanya, mahasiswa dengan sikap hedonisnya, gaya-gayaan, sebagai prestise karena berasal dari keluarga yang berada dan banyak hal lainya. Namun pemikiran ini hanyalah pemikiran terbelakang, tidak semua mahasiswa demikian adanya., Sesaat kita perlu recovery terhadap pemikiran ini. Meskipun pada kenyataan saat ini mahasiswa jaman sekarang sangat jauh dengan mahasiswa jaman dahulu yang mampu menjadi agent of change yang sesungguhnya. Hal ini bisa disebabkan karena terjerumusnya dengan kondisi perkembangan arus budaya tanpa selektif untuk memilihnya terlebih dahulu.



D.    PENUTUP
Dari materi ini semoga kita bisa mengambil kesimpulan yang bijak dan mudah-mudahan bisa sama-sama membangun pemikiran dan harapan untuk menjadi generasi penerus yang lurus dan bisa bermanfaat bagi umat dan masyarakat.

Maka dari itu siapapun kita, dari manapun latar belakang pendidikan kita, baik itu mahasiswa, mahasantri ataupun pemuda dan pemudi yang tidak terikat instansi, kita adalah mahluk sosial yang membutuhkan satu sama lain maka dalam pembentukan revolusi bersama kita perlu bersatu untuk membangun tatanan kehidupan bumi titipan para nabi menjadi lebih baik.

Dibalik semua ini kita hanya tanah yang diberi nyawa maka tetaplah sederhana tak perlu merasa diri yang paling sempurna, mau itu mahasiswa, mahasantri, pemuda yang tidak terikat instansi, selama dia bermanfaat dan mempunyai konsep visioner untuk masa depan maka tetaplah kita bersatu menjadi Agent Of Change.


 (Oleh Meggy Syahrudin & Dini Silvia, disampaikan dalam Diskusi Online Ahsanul Qurun pada Minggu, 19 April 2020)


Peranan Mahasiswa dan Mahasantri Sebagai Agent of Change Masa Depan Peranan Mahasiswa dan Mahasantri Sebagai Agent of Change Masa Depan Reviewed by Ahsanulqurun on April 19, 2020 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads