Header AD

PENDIDIKAN BERBASIS ADAB



PENDIDIKAN BERBASIS ADAB
SARANA MENCETAK GENERASI GEMILANG

A. PENDAHULUAN

Segala puja mutlak milik Allah SWT yang Maha Kuasa serta puji kepada Dzat yang Maha Suci, Dia telah memberikan kepada kita rentetan nikmat yang tak terhingga dan tak terduga dari mana datangnya, Namun dengan sifat Rohman-Nya, Ia tidak menyuruh setiap hamba untuk mengitungnya,  karena seandainya lautan dijadikan tinta, dedaundan di jadikan kertas dan pepohonan dijadikan pena untuk menghitung nikmat Allah SWT maka mustahil dapat terhitung. 
Shalawat bergandeng salam semoga tercurah limpahkan kepada baginda tercinta, panuntan alam semesta, dan sang leadher terkemuda di seantero dunia yaitu Nabi Muhammad SAW, tak lupa kepada keluarganya, sahabatnya dan kepada kita selaku umatnya. 

1. Latar Belakang Permasalahan

Pendidikan adalah tonggak pokok majunya peradaban dan kejayaan. Semakin maju sebuah pendidikan maka semakin maju suatu peradaban suatu bangsa. Berbicara sebuah pendidikan maka kita akan bergelut dalam kancah ilmu pengetahuan dan lautan wawasan. Tapi perlu diingat bahwa sebelum menuntut ilmu maka ada ilmunya juga yaitu yang disebut adab.
Dewasa ini sangat banyak media dan sarana pendidikan yang tersedia. Namun ada problem yang besar dan mendasar yang perlu dievaluasi bersama, bahwa pendidikan sekarang khususnya, meningkatnya intlektualitas tak seimbang dengan moralitas, bahkan cenderung mengalami penurunan orientasi. Ketika suatu pendidikan tak sesuai dengan konsep yang ditetapkan oleh baginda tercinta yaitu Nabi Muhammad SAW, maka ¬¬¬suatu pendidikan itu tak akan jelas arah dan tujuannya.
Lantas bagaimana konsep yang diajarkan Rasulullah? Yaitu pendidikan berbasis adab.

B. PEMBAHASAN

1. Pendidikan Adalah Awal Dari Pembelajaran
Pertama kali manusia membuka mata di dunia, ia tak tahu apa-apa, isak tangis dan genggam tangan yang mampu diperbuatnya. Allah SWT berfirman: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun.”   (Q.S an-Nahl : 78)
Dari sinilah peran sang ibu dimulai, ia laksana madrasah pendidikan yang siap mencetak buah hatinya menjadi harapan di masa depan. Namun para pakar pendidikan sudah memahami bahwa mendidik anak bukanlah perkara mudah, membutuhkan keilmuan, kesungguhan, keikhlasan, serta permohonan do’a kepada Allah SWT. 

2. Urgensi Pendidikan Dalam Aplikasi Kehidupan

Pendidikan merupakan faktor untuk meningkatkan sumber daya manusia yang unggul, sehingga menjadi kunci keberhasilan menuju perubahan yang lebih baik. Namun perlu diketahui bahwa mendidik adalah seni. Tidak bisa diatur dengan administrasi, namun yang lebih penting dilihat adalah hasil yang mumpuni. Administrasi memang penting tapi jangan korbankan substansi.  Kondisi setiap anak adalah istimewa dan khas. Masing-masing anak memiliki problematika tersendiri, berbeda satu dengan yang lainnya. Maka kriteria guru yang baik adalah yang tahu betul potensi dan problem yang dihadapi anak didiknya, sehingga ia mampu mendidik karakter dengan baik.
Proses pendidikan dalam Islam sangatlah penting. Karena ini merupakan salah satu tolak ukur maju mundurnya suatu bangsa, ujar “Muhammad Natsir”. Islam memandang kedudukan ilmu sangat penting, sebagai jalan mengenal Allah dan beribadah kepada-Nya.  

3. Reformasi Pendidikan, Majukan Peradaban

Mengukur pendidikan dengan mengutamakan aspek kognitif teoritis semata, akan berdampak buruk bagi kehidupan masa depan suatu bangsa. Bahkan yang lebih keliru lagi, jika menempatkan kesuksesan dan keunggulan hanya dengan kecerdasan yang berpotensial menghasilkan uang semata. Maka kurikulum pendidikan tidak boleh diarahkan untuk membentuk manusia berkacamata kuda atau manusia picik yang hidup layaknya binatang, yang hanya mengejar makanan dan syahwat-syahwat kehidupan saja.
Proses pendidikan dalam Islam pada intinya adalah penanaman adab dalam diri seorang muslim. Kemajuan manusia harus meliputi aspek jiwa dan raga. Tak hanya kecerdasan yang menjadi acuan tapi adab juga menjadi pencitraan dalam keseharian. Saat ini ibu pertiwi dilanda duka. Karena majunya wawasan tak seimbang dengan meningkatnya ketaqwaan.
Maka metode pendidikan Islam menjadi solusi nyata dalam hal ini, yaitu dengan konsep pendidikan berbasis adab (ta`dib). Karena tujuan pendidikan adalah untuk melahirkan manusia yang baik (to be a good man) ujar “Prof. Naquib al-Attas”. Begitu pentingnya masalah adab ini, sehingga menjadi landasan keselamatan di dunia dan akhirat. Namun menanamkan adab dalam diri seseorang, diperlukan landasan keimanan, keteladanan, pembiasaan, dan penegakan aturan. kata “adab” terkait erat dengan iman dan ibadah dalam Islam. Banyak sekali perhatian khusus para ulama dalam masalah ini, Ibnu Al-Mubarak menuturkan:
طَلَبْتُ الأَدَبَ ثَلَاثِيْنَ سَنَةً وَ طَلَبْتُ العِلْمَ عِشْرِيْنَ سَنَةً، وَكَانُوا يَطْلُبُوْنَ الأَدَبَ ثُمَّ العِلْمَ
Artinya: “Saya belajar masalah adab selama 30 tahun, sedangkan saya belajar ilmu selama 20 tahun. Dan mereka (ulama terdahulu) selalu menuntut adab baru kemudian ilmu”
Imam Malik berkata:
بِالأَدَبِ تَفَهَمُ العِلْمَ
Artinya: “Dengan mempelajari adab maka engkau mudah untuk memahami ilmu.”

4. Potret Generasi Gemilang

Konsep pendidikan berbasis adab (ta`dib) inilah yang telah diterapkan oleh Rasulullah SAW, para sabahat, dan para ulama setelahnya. Konsep ini telah melahirkan generasi unggul, yang mengangkat wibawa Islam kepada puncak kejayaan. Kemudian lahir pula kaum elit yang mampu mengguncangkan dunia dengan kemuliaan. 
Oleh karena itu marilah kita selami pernak-pernik perjalanan para pendahulu Islam yang telah terukir oleh tinta emas para ulama, sehingga nama mereka harum sampai ke nusantara. Dalam sejarah peradaban Islam setidaknya pernah lahir tiga generasi gemilang: 

1. Generasi Sahabat Nabi Muhammad SAW

Generasi didikan langsung oleh guru terbaik, gurunya guru –The Best Teacher-yakni Rasulullah SAW. Rumusan pendidikan Islam ketika itu digambarkan langsung serta digaungkan oleh Umar bin Khatab r.a.:

تَأَدَّبُوْا ثُمَّ تَعَلَّمُوْا
Artinya: “Beradablah kalian, kemudian berilmu!”

Maka dari sini mengajatkan kepada kita bahwa inti pendidikan adalah penanaman adab atau akhlaq mulia, bukanlah pengajaran semata melainkan leboh okus pada penanaman nilai-nilai kebaikan dan keadilan.  Dari konsep luar biasa inilah lahir peradaban baru di setiap penjuru kota arab. Persia dan Romawi berhasil ditaklukan. Lihatlah sosok Usamah bin Zaid! Di usia belia ia sudah diangkat jadi panglima perang.

2. Generasi Shalahuddin Al-Ayyub

Generasi hasil dari didikan para ulama terkemuka di zamannya, semisal Imam al-Ghazali, Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, dan selainnya. Generasi ini masih mengacu pola konsep penanaman adab dan peningkatan ilmu, dengan berporos pada konsep “Tazkiyyatu nafs”. Generasi ini mampu membasmi dan memukul mundur pasukan salib serta merebut kembali kota Suci Jerusalem. 

3. Generasi Muhammad Al-Fatih

Generasi yang dicetak oleh guru-guru terbaik pula, seperti Syaikh Aaq Syamsuddin dan Ahmad Al-Qurani. Dimana Muhammad Al-Fatih lahir dan tumbuh di tengah-tengah pergulatan kekuasaan. Namun ia berhasil mendapat prestasi gemilang dengan takluknya Konstantinopel pada tahun 1453 H. Inilah fakta nyata akan sinar kejayaan Islam di zaman dahulu, sebagai karya generasi gemilang.


C. PENUTUP

Dari artikel inilah mengajak kita untuk sedikit mengerutkan kening, memperhatikan dan mendalami bagaimana pendidikan yang ada di ibu pertiwi? Betapa sedikitnya tempat pendidikan yang menggaungkan konsep pendidikan berbasis adab. 
Maka dari itu bagaimana sekarang kita mengimplementasikan konsep ini di masa kekinian? Masa di mana orang menjadi korban majunya globalisasi. Generasi yang hanya menginginkan sesuatu yang instan atau yang di sebut zaman generasi milenial.

(Oleh I'dad Qitaluddin, disampaikan pada Diskusi Online Ahsanul Qurun pada Minggu, 12 April 2020)

PENDIDIKAN BERBASIS ADAB PENDIDIKAN BERBASIS ADAB Reviewed by Ahsanulqurun on April 12, 2020 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads