Header AD

Esensi Ilmu



Oleh Rizky Ms

Agama Islam dibangun di atas ilmu, maka seseorang dikatakan beragama itu dengan ilmu, bukan dengan perasaan, bukan sekedar jumlah pendapat semata, bukan dengan sekedar warisan nenek moyang atau adat turun-temurun, Melainkan dengan Ilmu.
Bahkan baginda Nabi Muhammad sendiri tidak mewariskan kekayaan berupa dinar dan dirham kepada umatnya, tetapi beliau hanya mewariskan ilmu, yang diambil oleh para ulama. Sehingga para ulama memegang sandang pewaris para Nabi.
ان العلماء ورثةا لانبياء, لم يورثوا دينارا ولا درهما انما ورثوا العلم فمن اخد به فقد أخد بحظّ وافر
Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Para Nabi tidaklah mewariskan uang dinar dan dirham. Hanya saja mereka mewariskan ilmu. Maka barang siapa yang mewarisinya. Berarti dia telah mendapatkan keuntungan yang sempurna.”
Di hadist lain juga Nabi bersabda bahwa Allah akan memberikan kemudahan bagi mereka yang senantiasa menuntut ilmu:
من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريق الى الجنّه
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu (agama), Alloh akan memudahkan jalan baginya dengan ilmu tersebut jalan menuju surga. (HR. Muslim. No 7028)”
Dari kedua hadist tersebut menunjukkan bahwasanya Islam menempatkan  Ilmu sebagai sesuatu yang penting di dalam Agama, sehingga seorang hamba yang berilmu maka ia akan semakin faqih dalam agama, ia semakin wara’dan semakin giat dalam mejalankan segala  kebaikan. Bahkan Abdullah bin Mubarak menunjukkan keheranan, bagaimana mungkin seseorang yang jiwanya baik jika tidak mau menuntut ilmu dan menghadiri majelis ilmu.
عجبت لمن لم يطلب العلم, كيف تد نفسه الي مكرمة
‘Aku heran dengan mereka yang tidak menuntut ilmu, bagaimana mungkin jiwanya bisa mengajak kepada kebaikan?’
Namun dewasa ini di dalam mencari ilmu, kaum muslimin sendiri menjadikannya sebagai anak tiri, bahkan tidak banyak dari kaum muslim sudah alergi di dalam menuntut ilmu dan menghadiri majelis ilmu. Mereka menganggap datang ke majelis ilmu hanya sekedar selingan di waktu kosong ketika tidak ada pekerjaan.
Bagi mereka menuntut ilmu bukan kebutuhan pokok lagi, karena prioritas bagi mereka, dihabiskan untuk mencari kenikmatan dunia.  Yang so padahal ilmu agama adalah perkara yang agung, yang dengannya seseorang bisa mendapatkan kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Tanpa ilmu agama, seseorang akan binasa. Sabda Nabi Muhammad:
الا ان الدنيا ملعونة ملعون ما فيه, الا ذكرالله وما والاه, وعالم او متعلم.
“Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu terlaknat. Semua yang ada didalamnya terlaknat kecuali dzikrullah serta seorang yang berdzikir, orang yang berilmu agama dan orang yang mengajarkan ilmu agama.” (HR. Tirimdzi 2322, dihasankan oleh Al-Albani dalam shahih At-Tirmidzi)
Oleh karena itu, menuntut Ilmu adalah perkara yang besar dan amat serius tidak boleh sembarangan dan main-main. Bahkan jauh-jauh hari Sufiyan as-Tsauri mengatakan:
مثل العلم مثل دار الكفر و دار الاسلام فأن ترك أهل الاسلام الجهاد جاء أهل الكفر فأخذو الاسلام وان ترك النّاس العلم صار النّاس جهالا
“Perumpamaan ilmu seperti Negara Kafir dan Negara Islam, jika penduduk Islam meninggalkan jihad maka penduduk Kafir akan mengusai Ngera Islam, dan jika manusia meninggalkan Ilmu maka manusia akan tenggelam didalam kebodohan.”
Oleh karena itu di penghujung bulan sya’ban ini hendaklah dijadikan sebagai bulan untuk kembali meningkatkan semangat dalam menuntut ilmu, karena dengan cahaya ilmu akan memancarkan jiwa ketenangan, jiwa penuh wibawa, keluhuran dan sikap lemah lembut dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana yang dipesankan Imam Malik:
اذا علمت علم فلير اثره وسيكنته وسمته ووقاره وحلمه.
“Jika Anda telah mengetahui suatu ilmu, hendaknya tampak pada diri anda buah ketenangan, wibawa, keluhuran, dan sikap lemah lembut.”
Senada dengan itu buah dari ilmu tersebut bukan hanya sekedar banyaknya hafalan yang telah dihafal, tetapi seharusnya dari ilmu tersebut memberikan manfaat bagi dirinya dan bagi orang lain.

ليس العلم ما حفظ العلم مانفع
“Ilmu itu bukan hanya tentang banyaknya yang telah dihafalkan. Namun, ilmu adalah yang memberikan manfaat.”


















Esensi Ilmu Esensi Ilmu Reviewed by Ahsanulqurun on April 18, 2020 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads