Header AD

“Covid-19 X Grim Reaper”



Disusun Oleh : Amar Syam

Akhir-akhir ini kita disibukan oleh maraknya wabah Novel Coronavoid (nCoV) atau yang kita sebut sekarang ini sebagai Corona. Virus ini sudah berjangkit pada tanggal 17 November 2019 dan Wuhan dianggap sebagai tempat bermulanya Covid-19. Tiongkok tidak membantahnya. Otoritas kesehatan Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkokpun menjelaskan, ada 3 (tiga) orang tewas karena pneumonia yang disebabkan oleh Virus tersebut.

Tiongkok sangat marah ketika seorang senator Amerika melontarkan tuduhan aneh. Bahwa Novel Coronavoid itu berasal dari senjata biologi Tiongkok yang bocor. Yakni dari labolatorium di Kota Wuhan. Nama senator itu : Thomas Cotton—biasa dipanggil Tom Cotton—berumur 42 tahun dan bagian dari anggota Partai Republik dari dapil Arkansas.

Media Tiongkok yang bernama DI’s Way pernah menulis: Memang ada labolatorium biovirus di Wuhan. Lokasinya 36 km di luar Kota Wuhan. Di situlah dihimpun kotoran kelelawar terbanyak didunia. Yang diambil dari gua manapun di Tiongkok, untuk diteliti oleh para ahli Virus. Dan Ilmuan seduniapun sudah meninjau labolatorium itu. Mereka menyimpulkan nCoV (Novel Coronavoid) tidak ada hubungannya dengan tahi kelelawar itu.

Maka tuduhan itu berganti. Tiongkok melontarkan tuduhan yang sangat menghebohkan. “Bisa jadi Covid-19 ini dibawa ke Wuhan oleh tentara Amerika.” Ujar Zhao Lijian. Zhao bukan orang sembarangan, ia adalah juru bicara Kementrian Luar Negeri Tiongkok—berarti pernyataan itu resmi.
Tapi siapa tentara Amerika yang dimaksud? Dan kapan kejadiannya?

Rupanya ‘teori’ itu dikaitkan dengan acara pekan olahraga militer sedunia. Yang diselenggarakan di Wuhan pada Oktober 2019. Militer Amerika mengirim 17 team ke Wuhan. Mereka ikut di 17 cabang olahraga. Jumlah atlet mereka 280 orang. Menurut ‘teori’ itu, ada atlet yang ke pasar induk Huanan, Wuhan. Dan Sekitar dua minggu setelah pekan olahraga militer itu, mulailah ada penderita Covid-19 di Wuhan. Yang pusatnya di pasar induk Huanan itu.

Pengamat militer dan pertahanan Indonesia—Connie Rahakundini Bakrie—menegaskan semua pihak harus khawatir dengan Virus Corona yang menyebabkan SARS-CoV-2. Menurutnya, SARS-CoV-2 diduga senjata biologi.

“Kalau saya melihatnya, corona ini harus kita anggap sebagai senjata pemusnah massal. Apapun yang berbau biologi di mata saya sekarang, itu lebih mengerikan daripada yang berbau nuklir” Ujar Connie di Jakarta, Selasa 10 Maret 2020 (dilansir dari CNN Indonesia)
Connie membeberkan laporan Chemical, Biological, Radiological dan Nuclear (CBRN) Defence Market pada 2017 menjadi salah satu dasar dirinya melihat SARS-CoV-2 sebagai senjata biologi.
Dalam laporan, ia memberitahu bahwa saat ini sudah ada alat untuk menghadapi senjata kimia, biologi, radiologi, dan nuklir. Bahkan, dia menyebut permintaan alat tersebut diprediksi meningkat pada 2023. Ketersediaan alat itu membuktikan bahwa produsen telah mengetahui senjata model baru tersebut akan hadir beberapa tahun sejak laporan itu dibuat.

Dasar kedua Connie menganggap Virus ini sebagai senjata biologi yaitu ; dari pernyataan mantan perwira Intelejen Central Intelligence Agenci (CIA) Philip Giraldi, yang mengatakan bahwa virus Novel Coronavoid (nCoV) ini bukan terjadi secara alami melalui mutasi genetika. Giraldi menyebut virus mematikan ini, sengaja dibuat di labolatorium oleh Amerika Serikat yang bekerja sama dengan Israel. Mereka sengaja membuat virus itu untuk menghancurkan China dan Iran—yang merupakan musuh terbesarnya.

Tidak hanya itu Connie pun membeberkan senjata biologi memiliki daya tarik untuk digunakan, kareana, sangat murah. Berdasarkan data yang ia dapat, menyebut 1 (satu) kilometer persegi serangan senjata biologi hanya US$1. Salain itu senjata biologi dinalai tidak mudah dideteksi, baik dengan X-ray atau anjing pelacak, serta mudah diangkut. Sedangkan senjata konvensional memerlukan biaya US$2.000, Senjata Nuklir US$800, dan senjata kimia US$600.

“Bayangkan, senjata biologi US$1 per-Kilometer Persegi. Makanya mereka bilang a nuclear bomb for a poor man. Pokoknya orang miskin di manapun akan pakai biologi,” ujanya lagi.
Mantan Presiden Iran—Ahmadinejad—pun turut ikut serta. Ia mengunggah status di Twitternya, ia juga menyebut Covid-19 ini produk senjata bio. Tapi ia tidak mengarahkan tuduhannya kemana : Tiongkok atau Amerika.

Selain pembunuhan massal, Corona-pun melumpuhkan; Perekonomian, Pendidikan, dan kegiatan lainnya. Contoh dari pelumpuhan ekonomi, salahsatunya : seperti yang dikatakan oleh Kementrian Kesehatan, Bapak Yuli, dalam Podcast-nya Deddy Corbuzier:
             “Rumah Sakit tidak mau memberi tahu kepada pasien lain, kalau di Rumah Sakit tersebut menangani pasien pengidap virus Corona. Karena, apabila pasien lain mengetahui di Rumah Sakit tersebut ada yang mengidap virus Corona, mereka tidak akan mau datang ke Rumah Sakit tersebut”. “Dan itu membuat Rumah Sakit – Rumah Sakit yang ada di Indonesia menolak pasien pengidap Covid-19, karena, mereka (pihak rumah sakit) tidak menginginkan kebangkrutan pada ‘bisnis’ Rumah Sakit mereka” lanjutnya.

Pengidap Covid-19 yang ada di Indonesia terlantarkan dan tidak ada pengarahan untuk keberlangsungan hidupnya. Rumah Sakit – Rumah Sakitpun menolak mereka bahkan sampai saling melemparkan satu sama lainnya.
Grim Reaper kewalahan!
Semakin lama akan semakin padatlah pelanet Bumi ini. Central Intelligence Agenci (CIA)pun mengeluarkan data tentang jumlah penduduk bumi saat ini (Maret 2020), yang mencapai 7,75 Miliar Jiwa. Maka agar supaya membatasi populasi manusia di bumi ini stabil, dibuatlah agenda pemusnahan massal dengan skenario yang begitu rapih, supaya kebanyakan penduduk menganggap, kematian itu dari sebuah bencana. Contohnya yang sudah dijelaskan sebelumnya, Wabah Novel Coronavoid.

Dari wabah ini mengakibatkan kematian massal di berbagai Negara. Italia salahsatunya, penduduk di sana banyak yang mati terkena wabah ini. Perlu kita ketahui virus yang dinamai Corona ini berjangkit dengan sangat cepat. Manusia bisa terkena virus ini lewat interaksi sesama manusia ; kontak fisik.
Untuk mengatasi berjangkitnya virus yang sedang ‘hijrah’—dari satu wilayah ke wilayah lainnya—ini tidak jauh dengan ketetapan – ketetapan Allah, yang diantaranya ; Menutup semua bagian tubuh, dan tidak ada kontak fisik antara lelaki dan perempuan yang bukan makhrom-nya.

Dari kejadian yang mereka—Amerika dan Israel atau Irak dan China—buat ini, kita bisa banyak belajar tentang Agama, Alam, dan Kemanusiaan. Meskipun Izroil atau mungkin Grim Reaper kewalahan—bisa jadi ia bosan—dalam melaksanakan tugasnya sebagai penjabut nyawa. Ia melakukan tugas bukan yang diberikan oleh Allah, melainkan oleh mereka yang ingin menguasai dunia melalui perekonomian. Saya yakin betul, timbulnya wabah ini dikarenakan oleh perang dagangnya mereka, Barat dan Timur.

Di salahsatu siaran televisi yang bernama tv One, di sana disiarkan pada pagi  hari tanggal 19 Maret  2020, bahwa vaksin dari virus Novel Coronavoid ini sudah ditemukan oleh para ahli di Tiongkok, dan sudah siap untuk dipasarkan ke negara-negara yang terkena wabah tersebut.
Balik lagi ke pembahasan di atas, bahwa virus Corona ini pertama kali muncul di Wuhan, Hubei, Tiongkok. Dan vaksinnya pun sekarang ada di negara tersebut.

Sudah jelas ini permainan negara-negara besar yang berpengaruh di dunia. Mereka menciptakan virus ini untuk membunuh secara massal demi ke-stabil-an populasi manusia. Dan mereka bisa mendapatkan sejumlah uang dari penjualan vaksin terssebut, karena yang terkena dampak dari wabah ini sudah mencapai 206.472 orang. dan yang meninggal karena wabah ini ada sekitaran 8.000 orang.
Grim Reaper ataupun Izroil mungkin sudah angkat tangan karena banyaknya manusia yang meninggal karena ulah mereka, secara bersamaan—meskipun berbeda-beda tempat. Mereka melawan takdir Tuhan atau bisa dibilang mereka mengambil alih peran Tuhan untuk mengontrol kehidupan manusia.

Maka dari itu kita sebagai ummat Muslim dan Muslimmah harus menjalankan perintah – perintahNya, salah satu dari perintahNya yaitu ; IQRA (Bacalah!). Membaca bukan hanya perihal Text saja, membaca situasi saat ini, baca bagaimana kondisi dunia saat ini, dan bacalah pergerakan-pergerakan yang ada dikehidupan ini. Itu semua masuk dalam kategori ayat tersebut.

“Covid-19 X Grim Reaper” “Covid-19 X Grim Reaper” Reviewed by Ahsanulqurun on March 25, 2020 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads