Header AD

URGENSI REFLEKSI TEKNOLOGI




Oleh : Anja Hawari Fasya



Hakikat teknologi menurut filsuf Adorno ialah perluasan  anggota tubuh manusia, dengan  adanya teknologi manusia dapat menjalin komunikasi lebih jauh lagi. Semisal, hadirnya ponsel membuat manusia mengalami perluasan tubuh di bagian visual serta audiotorial.  Namun, jika kita tarik lebih jauh lagi menurut kejadian-kejadian yang tercatat dalam Tambo, segala hubungan antara kedua  bangsa tertentu mendatangkan dua macam kejadian, ada yang baik, tetapi ada juga yang buruk. tidak ada kemajuan yang tak disertai kemunduran sesuatu hal, baik lahir maupun batin. Kita sekarang hidup dalam zaman dengan kehidupan sosial yang sebagaian besar ditentukan oleh global. Zaman dimana garis-garis batas budaya nasional, ekonomi nasional , dan wilayah nasional semakin kabur. Globalisasi identik dengan keterbukaan dalam arus teknologi.
F.J. Browswimmer dalam karyanya, Ecocide, AnShort Story' Of Masa Extinction' Of Spesies (2002), menjelaskan secara terinci : “Melakukan tindakan dengan tujuan menganggu atau merusak seluruh atau sebagian, sebuah ekosistem manusia. Ecocide melingkupi penggunaan senjata perusak massal, apakah nuklir, bakteriologi, atau bahan kimia, percobaan yang mengakibatkan bencana alam seperti banjir. Penggunaan alat-alat militer yang menyebabkan penggundulan, penggunaan bom untuk tujuan-tujuan kemiliteran, usaha memodifikasi iklim atau cuaca sebagai suatu tindakan yang memuhusi alam. Usaha-usaha indrustri besar yang eksploitatif, dan akhirnya, pemindahan secara paksa dan permanen terhadap manusia atau hewan dari tempat biasa mereka hidup, dalam skala besar untuk melancarkan tujuan militer atau tujuan lainya”.
Manusia memang memiliki naluriah untuk menguasai alam. Dengan ini, terjadi pengrusakan alam secara cepat ketika teknologi kian merebak. Teknologi sendiri sebenarnya membuat manusia terkekang di alam kebebasan. Kita di kontrol oleh teknologi, tanpa  di sadari teknologi semisal handphone merenggut kebebasan kita,  kita kerap membukanya lebih awal saat bangun tidur padahal tidak ada yang mewajibkan untuk memainkan ponsel lebih awal. Justru itulah manusia di kontrol teknologi bukan manusia mengkontrol teknologi.
kita telah berubah dalam segala sisi : 1. Teknologi mengubah dunia tempat kita berpijak. 2. Munculnya generasi milenial sebagai suporter utama perubahan teknlogi tersebut. 3. Kecepatan luar biasa yang di hasilkan teknologi pula menyebabkan adanya tuntutan manusia untuk berpikir serba cepat (Distruptive Mindset) . 4. Munculnya distruptive Leader sebagai akibat dari distrutive Society.
Di sisi lain, fenomena media sosial dengan merebaknya teknologi mengakibatkan banyaknya informasi yang justru menyebabkan orang kebingungan. Sebagian pakar menyebutkan  hilangnya kedalaman. Nicholas Carr, menyebut orang-orang dangkal (The Shallows) yang terbiasa menyantap informasi instan dan tanpa kedalaman. Implikasi dari ini  menimbulkan beragam konflik dan hal-hal yang merugikan. Situasi yang mengkhawatirkan ini masih terjadi di dalam kehidupan sehari-hari, dengan nyata kita merasakan bahwa masih banyak perilaku tidak kritis di kalangan masyarakat, yang dengan mudah menggandakan dan menyebarluaskan apa saja yang di baca ke publik.
Inilah sepenggal bahan refleksi teknologi, umat manusia akan terus berkembang dan mengeluarkan ide-ide yang luar biasa, refleksi sebegitu penting sebagai bentuk evaluasi.


URGENSI REFLEKSI TEKNOLOGI URGENSI REFLEKSI TEKNOLOGI Reviewed by Ahsanulqurun on February 12, 2020 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads