Header AD

Tulip dan Mawar


Oleh : Fadilah Rizky 

Januari memang begitu pilu,
Saat kutahu, tulip lebih indah dari mawar,
Duri tajam berada tepat di jantung hatiku,
Meski kau lihat ada embun di kelopak mawar itu,
Namun, ia hanyalah sisa air mata bekas semalam,
Ingatkah awal kau menemukan mawar, merekah indah senyumnya hanya padamu,
Di Januari senyum itu tak berlaku, kekasih sudah tak butuh mawar,
Kata-kata juga tak berlaku, kikuk aku tercekam di ujung kataku,
Aku hanya mengangguk mengiyakan,
Rayuan sudah basi terdengar, padahal seperti baru saja kau menanaknya,
Aku benci jadi mawar, di petik dan dibiarkan layu,
Aku benci jadi mawar, meski mawar jadi lambang cinta,
"Aku benci jadi mawar " ujarku dalam goresan pena,
Tak ada yang bisa sembunyi dari kekasih,
Ditutupinya setiap kata di balik kelopak mawar,
Ujarmu kau pergi untuk menghukumi,
 Tapi aku tak merasa terhukum,
Kau ganti mawar dengan tulip,
Ketika penatmu jadi lebih terobati,
Kau beli tulip dari sisa-sisa peluh lukamu,
Kau bercerita ia lebih indah dari mawar,
Lebih elok dari kepingan kelopak mawar,
Berwarna merah muda lebih elok dari merah darah yang pekat bertangkai duri,
Kau suka keindahan,  kau benci kesukaran,
Padahal manusia tahu hidup sangat sukar tuk menuju keindahan.

Tulip dan Mawar Tulip dan Mawar Reviewed by Ahsanulqurun on February 04, 2020 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads