Header AD

Keutamaan Do'a


 Oleh : Ust. Arif ar-Rafi'i
(Pimpinan PPI Al-Fathonah)


  


ان الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
قال تعالى: يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Segala puji hanya milik Allah Ta’ala, kita patut bersyukur atas segala ni’matnya yang telah diberikan kepada kita semua. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahlimpahkan kepada Nabi Muhammad kepada keluarganya, sahabatnya, dan kepada seluruh umat yang senantiasa istiqomah di atas ajarannya hingga hari kiamat kelak. Wahai sekalian orang-orang yang beriman! Takutlah diri kita terhadap Allah Ta’ala dan teruslah bedo’a dan berusaha agar kita dimatikan dalam keadaan Islam dan khusnul khatimah.
Hadirin jama’ah shalat jum’at yang dimuliakan Allah Ta’ala
Sebagai mana kita ketahui bersama, para nabi pada zaman dahulu menutup hidupnya dengan do’a-do’a yang dipanjatkan kepada Allah Ta’ala. Nabi Adam, berdo’a meminta ampunan akan dosanya sebelum beliau wafat. Nabi Yunus, berdo’a kepada Allah Ta’ala agar dikeluarkan dari gelapnya perut ikan yang menelannya. Nabi Ayub, berdo’a meminta kesembuhan dari penyakitnya yang tidak ada satu pun obat pada waktu itu. Begitupun dengan nabi Muhammad beliau banyak berdo’a kepada Allah untuk melawan orang-orang kafir pada waktu itu yang menghalangi da’wah beliau, hingga berkat do’a itu Islam dapat kita rasakan saat ini.
Maka hadirin yang dirahmati Allah Ta’ala, senantiasalah kita berdo’a meminta kepada Allah Ta’ala agar dimudahkan, dilancarkan, segala urusan kita. Karena ketika kita berdo’a kepada Allah, keutamaan-keutamaan do’a akan kita dapatkan. Maka ada beberapa keutamaan do’a yang akan kami sampaikan pada kesempatan ini.
Hadirin jama’ah shalat jum’at yang dimuliakan Allah Ta’ala
Dari sekian banyak keutamaan do’a, ada tiga keutamaan yang akan kita dapatkan dari do’a kita
Do'a adalah Ibadah

عَنِ النُّعْمَانَ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النِّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِي وَقَالَ حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ
Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa adalah ibadah.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).
Tidak ada sesuatu ibadah qauliyah (ucapan) yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa. Terlepas dikabulkan atau tidaknya do’a tersebut, itu akan tetap bernilai ibadah di sisi Allah, dan kita akan mendapat pahala dari do’a yang kita lantunkan kepada Allah Ta’ala.      
Do’a mampu merubah/menolak taqdir.
Rasulullah bersabda :
Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Yang dapat menolak takdir hanyalah doa. Yang dapat menambah umur hanyalah amalan kebaikan.” (HR. Tirmidzi, no. 6 dalam Kitab Al-Qadr, Bab “Tidak ada yang menolak takdir kecuali doa”)
Tidak ada satupun yang mampu menolak taqdir kecuali do’a, kita sering merasa bahwa taqdir kita seperti ini-ini saja, atau bahkan mengapa taqdir seseorang terus menerus seperti itu, bisa jadi karena ia jarang bahkan tidak berdo’a sama sekali kepada Allah Ta’ala. Dan tidak ada satu pun yang mampu memperpanjang umur kecuali do’a.
3.      Do’a memberi tiga keuntunga kepada kita
Rasululloh bersabda :
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُوْ بِدَعْـوَةٍ لَيْسَ فِيْهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيْعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ الله إِحْـدَى ثَلاَثٍ : إِمَّا أَنْ يُعَجَّلَ لَهُ بِدَعْـوَتِهِ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِـرَهَا لَهُ فِى الْلآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّـوْءِ مِثْلِهَا , قَالُوْا : إِذًا نُكْثِرُ , قَالَ : ألله أَكْثَرُ
Tiada seorang muslim yang berdo’a yang di dalamnya tidak ada dosa dan tidak ada pemutusan kerabat kecuali Allah memberinya salah satu di antara tiga hal; 1)segera memberikan permintaannya, 2) menyimpan untuknya di akhirat, dan 3) ada kalanya memalingkan keburukan darinya yang sepadan do’a itu.  Para sahabat bertanya: ‘Kalau begitu kami memperbanyak berdo’a.’ Nabi Saw bersabda: Allah lebih banyak (memberikan kebaikan).”
Ingatlah wahai hadirin! Do’a, selain menjadi ibadah. Kita pun akan mendapatkan salah satu dari tiga hal yang akan kita dapatkan dari do’a yang kita lantunkan. Jika Allah tidak mengabulkan langsung do’a yang kita panjatkan, maka do’a kita adalah simpanan yang akan Allah berikan nanti di akhirat. Atau pun ketika do’a kita tidak dikabulkan berarti Allah telah memalingkan keburukan yang sepadan dengan do’a yang kita pinta.


Hadirin jama’ah shalat jum’at yang dimuliakan Allah Ta’ala
Ummar bin Khattab ra berakat, “Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan atau tidak, tapi yang lebih aku khawatirkan adalah aku tidak diberi hidayah untuk terus berdoa.”
Oleh karena itu marilah kita senantiasa bedo’a kepada Allah Ta’ala, karena sesungguhnya Allah sangatlah suka jika hamba-Nya selalu meminta kepada-Nya. Marilah kita senantiasa berdo’a kepada Allah Ta’ala, karena sesungguhnya Allah maha mengabulkan do’a. marilah kita senantiasa meminta ampun kepada Allah Ta’ala, karena sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penerima taubat.
KHUTBAH DUA

ان الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Hadirin jama’ah shalat jum’at yang dimuliakan Allah Ta’ala
Seorang ulama mengatakan, “Semua yang di dunia ini pergi dan tak kembali kecuali do’a, ia akan pergi dengan harapan dan kembali dengan pemberin.”
Mari kita berdo’a memohon kedapa Allah Ta’ala.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّناَ اغْفِرْ لَناَ وَلإخْوَانِناَ الَّذِيْنَ سَبَقُوْناَ بِالإيْماَنِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِناَ غِلا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّناَ إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ.
رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةً‌ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ
 رَبنَّاَ ظَلَمْناَ أنْفُسَناَ وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَناَ وَتَرْحَمْناَ لَنَكُوْنَنَّ مِنْ الخَاسِرِيْنَ.
 اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةً۬ وَفِى ٱلۡأَخِرَةِ حَسَنَةً۬ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
 عِباَدَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَـٰنِ وَإِيتَآىِٕ ذِى ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنڪَرِ وَٱلۡبَغۡىِ‌ۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّڪُمۡ تَذَكَّرُونَ
 اُذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْألُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلِذِكْر اللهِ أكْبَر، وَالله ُيَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ، أقِيْمُوْا الصَّلاَة.


Keutamaan Do'a Keutamaan Do'a Reviewed by Ahsanulqurun on February 22, 2020 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads