Header AD

Islamisasi Ilmu Pengetahuan



Oleh : Rizky Ms

Islam adalah agama yang bersifat Universal. Tidak agama selain Islam yang mampu membawa misi Universal sampai ke penjuru bumi. Graham E. Fuller seorang mantan CIA dan prefesor dari Amerika menulis dalam bukunya A Word Without Islam mengatakan “Kalau bukan karena Islam dunia ini akan miskin peradaban, intelektual dan kebudayaan.” Namun, seiring berjalannya waktu menimbulkan stigma mengenai adanya ilmu surga dengan ilmu yang berlumuran dosa yakni ilmu pengetahuan liberal yang di pengaruhi hegemoni peradaban barat. Sehingga umat Islam mengalami kemunduran perdaban ilmu pengetahuannya. Dari fenomena tersebut munculah sebuah muslim cendekiawan yang mengkritisi hal tersebut dengan memunculkan gagasan Islamisasi ilmu pengetahuan tahun 1977 yang di prakarsai King Abdul Aziz University pada saat konfrensi dunia pertama tentang pendidikan muslim di Makkah. Ide Islamisasai ilmu pengetahuan dilontarkan oleh Ismail al-Faruqi dan Syed Nauqib al-Attas, karena menurut al-Attas tantangan terbesar yang dihadapi umat Islam adalah tantangan pengetahuan yang disebarkan keseluruh dunia Islam oleh peradaban barat.

Oleh karena itu di dalam definisinya, Syed Mohammad Naquib al-Attas menjelaskan bahwa Islamisasi adalah pembebasan manusia dari tradisi magis, mitologis, animistis, kultur nasional (yang bertentangan dengan Islam) dan dari belenggu paham sekularisme terhadap pemikiran dan bahasa. Ia juga merupakan pembebasan dari kontrol dorongan fisiknya yang cenderung sekuler dan tidak adil terhadap hakikat diri atau jiwanya. Sebab manusia dalam wujud fisiknya cenderung lupa terhadap hakikat dirinya yang sebenarnya, menjadi bodoh akan tujuan yang sebenarnya dan berbuat baik serta adil terhadapnya. Said Nursi juga menyatakan bahwa kebanyakan manusia terjatuh dalam kegelapan karena tidak memikirkan akhirat, tidak mempunyai Iman kepada Allah, sangat cinta terhadap dunia dan tidak bisa membatasi kebebasan dalam dirinya sendiri. Sehingga munculnya ilmu pengetahuan barat berdasarkan pada akal rasio saja tanpa mengambil yang metafisis. Maka dari itu bisa kita ambil kesimpulan bahwa pandangan Nursi tentang proses ilmu pengetahuan harus didasari dengan keimanan kepada Allah.

Sedangkan Ismail Raji al-Faruqi menjelaskan bahwa Islamisasi adalah upaya mengislamkan disiplin-disiplin ilmu modern dalam wawasan Islam. Dengan kata lain, al-Faruqi ingin agar para cedekiawan Islam meletakkan upaya integrasi pengetahuan-pengetahuan modern ke dalam keutuhan warisan Islam dengan melakukan eliminasi, perubahan, penafsiran kembali, dan penyesuaian terhadap komponen-komponennya sebagai worldview Islam serta menetapkan nilai-nilainya. Pada tataran praktisnya, upaya Islamisasi sains ini mesti dibuktikan dengan menghasilkan buku-buku pegangan di perguruan tinggi dan sekolah-sekolah dengan menuangkan kembali disiplin ilmu modern berwawasan Islam. Para ilmuwan tersebut mencoba untuk menghadirkan solusi yang tepat terhadap permasalahan yang terjadi dalam dunia sains yang telah mengalami perubahan akibat persentuhannya dengan nilai-nilai yang dianggap bertentangan dengan nilai Islam.

Bisa dipahami bahwasannya Islamisasi adalah untuk melindungi umat islam dari ilmu yang sudah tercemar dan menyesatkan. Sebaliknya, dengan ilmu seorang muslim diharapkan akan semakin bertambah keimanannya. Demikian pula, Islamisasi ilmu akan melahirkan keamanan, kebaikan dan keadilan bagi umat manusia.
Islamisasi Ilmu Pengetahuan Islamisasi Ilmu Pengetahuan Reviewed by Ahsanulqurun on February 10, 2020 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads