Header AD

BUMI DAN LANGIT


Oleh : Eli Nurlaeli 



Bismillahirrohmaanirrahim...
Saya awali dari sebuah kalimat sederhana yang menyimpan makna tersirat di dalamnya.
“Beramallah engkau untuk duniamu seolah kau kan hidup lama
Beramallah engkau untuk akhiratmu seolah matimu kan tiba”
Itulah contoh pernyataan sederhana namun mempunyai makna besar. Menjadi semboyan dalam menjalankan hidup dan menjadi titik awal kita menggapai tujuan hidup yaitu Mardhotillah.
Pertama, kalimat “Beramallah engkau untuk duniamu seolah kau kan hidup lama.” Dalam artian jadikan alam dunia ini fasilitas terbaik Allah untuk kita menuntut ilmu, mencari nafkah, menggapai cita dan masih banyak lagi. Dan kita tidak boleh sampai menyerah dalam menjalankan hidup, sekali gagal dua kali gagal tapi kita harus tetap bangkit dan semangat karena kita kan hidup lama. Dan kapan lagi akan menikmati indahnya alam semesta ini.
Allah SWT berfirman :
 فَا مْشُوْا فِيْ مَنَا كِبِهَا وَ كُلُوْا مِنْ رِّزْقِهِ.
“Maka jelajahilah di segala penjurunya (bumi) dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya”   ( QS. Al-Mulk : 15 ).
“ Hold your word by Knowledge and Language “ Hy guyss.. Dunia ini mampu kita genggam dengan ilmu dan bahasa. Kalau kita bodoh dalam keilmuan dan bahasa bagaimana kita bisa menguasai dunia ini. Apa kita rela umat muslim selalu diinjak-injak dihina-hina oleh mereka yang mempunyai senjata dan materi. Ayolah kembalikan kejayaan Islam seperti pada masanya Rasulullah, masanya Ibnu Sina, masanya Ibnu Batuthoh. Siapa bilang kita tidak bisa? Kita bisa kok, asal jangan ada kata menyerah dalam hidup kita. Sudah tidak ada yang sulit dalam hidup ini. Semua mudah, manfaatkan teknologi ini dengan sebaik-baiknya (Bukan hanya sekedar media baper-baperan aja yaa).
Dan tentunya semua yang kita kejar di dunia ini harus berdasarkan ilmu Allah. Bukan sekedar untuk menjadi budak dunia saja. Kita juga perlu asupan rohani agar kita tidak salah tujuan mengejar dunia ini. So tetap prioritaskan ibadah pada Allah.
 Kedua kalimat “Beramallah engkau untuk akhiratmu seolah ajalmu kan tiba.” Nahhh jangan sampai ya guys kita terlena mengejar dunia sampai lupa kampung halaman kita. Kita semua juga tau hal yang paling dekat dengan kita kan kematian yaa.. Jadi sejauh apapun kita melangkah ingat kematian mengejar kita. Kita juga mesti mempersiapkan berbagai bekal untuk kita di akhirat. Yang tentunya tidak cukup hanya dengan shalat, puasa, dan zakat saj. Ada banyak syariat Islam yang harus kita junjung tinggi. Ada banyak adab yang Allah tata sedemikian rupa agar kita selamat menghadapi ujian dunia ini.
Kematian itu memiliki 3 misteri latar guys : Latar waktu, latar tempat, latar suasana. Kata orang sih kematian itu kayak jodoh, datang sesuai kebiasaan kita masing-masing. Jangan sampai ya guys kita kedatangan malaikat maut saat kita berbuat maksiat. Naudzubillahi min dzalik. Maka dari itu , kita perlu menyiapkan banyak hal sebelum ajal menjemput dengan amal sholeh yang perlu kita tingkatan setiap harinya.
Perlu diingat juga bahwa kita diciptakan Allah semata-mata memang untuk beribadah kepada-Nya. Jadi kita harus bertekad dan azzamkan bahwa setiap langkah kaki kita, tindak tanduk kita, ucapan kita semua bernilai ibadah di sisi Allah. Berusahalah sekuat tenaga untuk menjadi hamba yang selalu disebut namanya di langit Allah.

Closing Statement
Dari keduanya saya baru paham makna dari semboyan “Hidup mulia mati syahid”. Hiduplah di bumi ini dengan mulia yang penduduk bumi lainnya tidak merasa resah di samping kita, tindak tanduk tidak menjadi perbincangan orang, ucapannya tidak pernah menyakiti orang lain. Sehingga orang ridha pada kita dan tidak merasa terdzalimi oleh kita. Sulit? Memang sulit, tapi tidak ada salahnya kita berusaha dan mintalah kemudahan.
Dan saat kita meninggalpun Allah cap kita sebagai orang yang mati syahid karena semua ibadah yang kita kerjakan, kita niatkan semata-mata karena Allah tanpa ria atau sum’ah dan tentunya sesuai ajaran Rasulullah.
Yukk menjadi pribadi yang mudah meminta maaf dan memaafkan, pribadi yang bermanfaat, pribadi yang selalu mengapresiasi pekerjaan orang lain dan pribadi yang selalu mengoreksi diri sendiri.
Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan, kekuatan, dan keistiqamahan kepada kita dan mengumpulkan kembali kita semua di Syurga-Nya kelak. Aamiin Allahumma Aamiin.

                                                                          


BUMI DAN LANGIT BUMI DAN LANGIT Reviewed by Ahsanulqurun on February 20, 2020 Rating: 5

1 comment

  1. Masyaallah..Aamiin...
    Semoga kita bisa memanfaatkan umur yg makin berkurang ini dg memperbaiki diri setiap wakyunyaa..barakallahufiik untuk Autor

    ReplyDelete

Post AD

home ads