Header AD

Singkirkan Worldview Barat


Oleh : Rizky MS

Alangkah lebih baiknya sebelum Islamisasi Ilmu pengetahuan hendaknya singkirkan terlebih dahulu konsep kunci (worldview) barat yang menjiwai ilmu kontemporer, dewasa ini sebagaimana diketahui bersama bahwa dalam peradaban Barat, dikenal berbagai macam paham pemikiran yang bermacam-macam seperti rasionalisme, empirisme, humanisme, eksistensialisme, materialisme, marxisme, kapitalisme, liberalisme, sosialisme, skeptisisme, relatifisme, agnotisisme dan atheisme.
Hal ini bisa kita insafi bahwa pada hakikatnya semua paham-paham itu memiliki kesamaan karakteristik, meski semua aliran pemikiran yang bermacam-macam itu nampak berbeda dan bertentangan satu sama lain, sesungguhnya memiliki karakteristik, jiwa dan ruh yang sama; aliran itu berada di  bawah sebuah payung besar yang dinamakan worldview Barat. Karena dari world view barat tersebut lahirlah pada tubuh ilmu pengetahuan kontemporer. Pertama, yakni keyakinan yang kuat terhadap akal yang artinya menolak wahyu. Kedua, kepercayaan kepada dualistik mengenai realitas yang benar, artinya realitas adalah nyata secara independent mengacu pada realitas dunia indrawi. Ketiga, menerima pandangan sekuler artinya menolak agama dan orientasi kehidupannya hanya pada dunia indrawi. Keempat, menerima humanisme, dimana manusia sebagai pusat segala sesuatu dan ukuran segala sesuatu. Kelima, peniruan terhadap drama tragedi. 
Semua itu adalah worldview barat yang atas hegemoni mereka telah membawa dampak negatif terhadap peradaban Islam sehingga akibatnya menjadikan kaum muslimin masuk ke dalam kondisi apa yang dijelaskan oleh Naquib Al-Attas dalam tulisannya mengenai Loss of Adab yang dapat ditafsirkan ke dalam dua kondisi. Pertama, Loss of Spiritual yaitu keadaan dimana umat Islam menderita pengasingan hilang etika dan ingkar hukum, kehilangan nilai moralnya dan bahkan dikuasai oleh materalisme dan arogansi, yang berakibat ketidak seimbangan dan ketertiban manusia karena jiwa manusia modern mengalami penyakit mental yang kronis. Kedua, adalah Loss of Identity yaitu kondisi dimana umat Islam dilanda ketidak percayaan diri atas identitasnya dengan genggap gempita ilmu pengetahuan modern. Bisa ditemui banyak cendekiawan muslim malu, enggan, sinis dan mencemooh identitas atau sifat Islam pada ilmu sosiologi, ilmu politik, ilmu ekonomi, ilmu hukum, padahal sebetulnya ketika seorang menyebut ilmu modern atau ilmu barat worldview maka ia telah meletakan identitas pada ilmu tersebut, yaitu ilmu yang lahir dari ideologi kepercayaan dan padangan-pandangan yang berasal dari peradaban barat. 
Oleh karena itu hal yang harus pertama kali disingkirkan adalah gaya-gaya hidup kebarat-baratan yang jauh dari kata Islam karena pada hakikatnya hal itu akan memudahkan manusia menginsafi ilmu-ilmu yang diislamisasi yang akan membuat mereka sadar bahwa semua ilmu pengetahuan yang berkembang di barat hari ini adalah berasal dari agama Islam sendiri yang lahir dari cendekiawan-cendiawan Islam yang tidak anti atas ilmu pengetahuan dan perkembangan kala itu.
Untuk merealisasikan Islamisasi Ilmu pengentahuan harus menjadikan Tauhid sebagai worldview atau pandangan dunia sebagaimana apa yang dicetuskan oleh Ismail Al-Faruqi dalam bukunya berjudul Al-Tauhid Its Implications for Thought and Life. Bagi Ismail al-Faruqi Tauhid merupakan unsur primodian sebagai identitas peradaban yang sebenarnya. Mengingat sebagai identitas peradaban maka Tauhid harus dipahami sebagai konsep universal yang mampu memberikan kontribusi besar bagi tegaknya kembali peradaban Islam. Maka di dalam konsep Tauhid menurut Ismail Al-Faruqi haruslah prinsip Tauhid itu sebagai pandangan dunia, Tauhid sebagai prinsip pengetahuan, Tauhid sebagai prinsip keluarga yang bermakna keluarga dalam Islam mempunyai penopang yaitu hukum Islam yang dideterminasi oleh Tauhid dan pengalaman agama Islam, Tauhid sebagai prinsip metafisika.

*Alumni Ma'had Nurul Hidayah  








Singkirkan Worldview Barat Singkirkan Worldview Barat Reviewed by Ahsanulqurun on January 30, 2020 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads