Header AD

Surat Untuk Kaum Tua

oleh : Rizky Saleem

Selembar soerat ini saya tuliskan sejak laju bus budiman jurusan Tasikmalaya menuju Solo. Perasaan gundah kerap menjadi sebuah kebisingan ditelinga tersumbat saluran pernapasan membuat sesak dalam dada, mengiris hati bak disayat pecahan gelas, bila ingat ucapan ucapan kaum tua di kampung halaman. Seringkali mereka mematahkan gelora semangat kaum muda yang ingin memperluas cakrawala, memperdalam budi, mengasah akal untuk belajar. Bagi saya jika larangan-larangan ini terus diulang-ulang tumpullah peradaban kampung halaman kita, bukan kah kaum tua kerap menyuarakan mari membangun kampung yang adil dan beradab yang dinaungi oleh syariat Agama Islam?
 Bukan kah kaum tua sering menyuntik anak-anak muda dengan ayat-ayat pilihan agar semangat dalam membayar uang kas kampung halaman? Itulah yang kerap menjadi alasan naluri saya bertanya-tanya.
Kemanakah dan untuk apakah semua itu ?

Sudahlah kaum tua… sejak hari ini saya mohon berikan hak-hak kaum muda untuk mempersiapkan dirinya, memangku tugasnya menjadi aparat-aparat kampung halaman dengan Ilmu yang dimilikinya. Bukan kah kata-kata hikmah mengatakan فقد الشي لا يعطيه    “Seseorang yang tidak mempunyai keahlian maka tidak akan bisa berkonstribusi”.  Bagaimana kaum muda membawa kampung ke arah perbaikan, bagaimana kaum muda bisa menegakan hukum syariat di kampung jika tidak dengan di iringi ilmu yang ada pada dirinya. Bukan kah Agama Islam adalah Agama hujjah?  Maka di waktu ini kaum tua terutama, mempunyai kewajiban yaitu untuk menumbuhkan semangat kaum muda agar mereka menyeru dan membangunkan kembali perhatian manusia kepada agamanya. Jangan lah agama kita ini dijadikan agama pusaka, agama yang mati, agama yang tidak bergarak, tetapi harus menjadikan agama yang kulitnya senantiasa menyilih baru, yang bergerak dan hidup. Yaitu agama Ilmu dan agama Iman.  Bukan kah ulama mengatakan:  الدينّ بلا علم كان كذاب Agama tanpa ilmu yaitu hanyalah sebuah kebohongan semata. 

Bahkan wahyu yang pertama kali turun itu adalah kata “IQRA” yang artinya bacalah, kata “Iqra” juga interpretasinya luas yang mengisyaratkan bahwa manusia harus membaca dan belajar, karena dengan hal itulah Rasull mampu mengubah peradaban bangsa Arab waktu itu menjadi bangsa yang paling maju diantara bangsa-bangsa lain, kemudian dilanjutkan para sahabat sehingga pada era keemasan itu kekuasaan peradaban Islam mampu menguasai dua pertiga dunia. Karena gerak-geriknya mereka berlandaskan Ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, ilmu yang lahir dari ayat-ayat Qauliah dan Kauniyah sehinga dari kedua ayat tersebut lahir lah ilmu-ilmu syar’I dan ilmu sains. Sehingga kusam, raut muka bangsa Arab itu mampu berubah sedemikian kilat, menjadi bangsa yang hebat, pesat lagi kilat.

Diakhir surat ini saya mohon kepada kaum tua agar bijak sana bijak sini menyikapi semangat kaum muda, “Tilik pemuda dari jauh, beri pimpinan dengan baik jangan jadi batu penarung hendak meminta pemuda kini supaya serupa dengan pemuda 40 tahun yang lalu. Tua itu bukan tidak terpakai lagi, tetapi kaum tua adalah tulang belakang kaum muda. Jika ada perangai pemuda yang tidak baik, jangan ditilik kepada perangainya saja, tembuslah sampai kepada darahnya. Jangan pula menghambat pemuda pada geloranya, karena hal itu sama halnya dengan memikat kaki tangan anak kecil supaya tidak berlari. Kalo hendak kaum tua hanya mengurung gelora kaum muda dengan melarang kaum muda untuk belajar lebih baik doakan saja kaum muda lekas sakit supaya dia tidak mampu berkonstribusi, tumpul akal, dangkal budi pekerti dan sempit cakrawala layaknya nenek tua  yang tinggal menunggu ajal tiba.
Surat Untuk Kaum Tua Surat Untuk Kaum Tua Reviewed by Ahsanulqurun on January 14, 2020 Rating: 5

1 comment

Post AD

home ads