Header AD

Menegakkan Syariat Islam



Oleh : Ustadz Rahmatullah

KHUTBAH 1

الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق وأظهره على الدين كله ولو كره المشركون، هدانا للإيمان وما كنا لنهتدي لولا أن هدانا الله، أحمده حمداً كثيراً كما هو أهله وأشكره شكر من يستزيده ويتضرع إليه وحده، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له في ربوبيته وألوهيته وكمال ذاته وصفاته وأشهد أن محمداً عبد الله ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وصحبه أجمعين ومن اهتدى بهديهم واستن بسنتهم إلى يوم الدين وبعدالحمد لله الذي {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ} { يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا} {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Hadirin yang dirahmati Allah Ta’ala
Pengakuan diri sebagai seorang muslim, menuntut sejumlah konsekuensi, diantaranya adalah kewajiban mengikuti semua hukum, semua undang-undang, semua aturan hidup, semua keputusan yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Sengaja ridha dengan segala macam bentuk aturan hidup, segala bentuk hukum yang dibuat oleh manusia, maka ia telah berbuat durhaka, telah berbuat maksiat terhadap Allah dan Rasul-Nya, dan tentu hal itu sangat tidak pastas dilakukan oleh orang yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang Muslim. Allah telah memberi peringatan kepada kita dalam surat Al-Ahzab­ ayat 36 :
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا
“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”
Lalu maksiat apa yang menyebabkan dia tersesat? Maksiat itu adalah ketika seseorang meninggalkan yang wajib dan melakukan yang haram, maka orang tersebut oleh Allah disebut orang yang tersesat dengan kesesatan yang nyata.
Hadirin yang dirahmati Allah Ta’ala
Marilah kita berfikir sejenak, melihat keadaan negri ini dari sudut pandang arti maksiat. Ternyata sistem yang berlaku di negri ini justru banyak sekali bertentangan dengan aturan yang Allah kehendaki, dan ini adalah sebuah kemaksiatan yang besar. Sistem ekonomi riba misalkan, yang jelas bertentangan di negri kita justru dilakukan bahkan dipraktekan dengan perlindungan undang-undang. Allah Ta’ala telah menyampaikan dalam surat Al-Baqarah ayat 279 :
فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ
“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”
Maka jika negri ini, bangsa ini, tidak meninggalkan riba, khabarkanlah kepada mereka bahwa Allah dan Rasul-Nya menyatakan perang. Rasulullah Saw bersabda, “Satu dirham dari keuntungan uang riba yang dimakan oleh seseorang, padahal dia tahu bahwa itu hasil dari riba, maka dosanya lebih berat dari 36 kali berzina” saking besarnya dosa riba, hingga Rasulullah Saw menyamakannya dengan dosa berzina sebanyak 36 kali.
Dalam satu haditsnya juga, Rasulullah Saw bersabda, “Riba itu memiliki 72 pintu dosa, dan pintu terendah adalah sama dengan menzinahi ibu sendiri” Maka semua yang terlibat dalam sistem riba, ridho dengan sistem riba akan mendapatkan la’nat dari Allah Ta’ala, ingat yang mewakilinya, saksinya, yang menulisnya semua akan mendapat adzab dari Allah Ta’ala.
Begitu keras larangan Allah dan Rasul-Nya terhadap riba ini, namun di negri ini riba dianggap halal dan mendapatkan tempat terhomat dengan perlindungan undang-undang perbankan, negri yang mayoritas umat Islam namun istem ekonomi mengadopsi tata cara orang Yahudi. Selain riba, di negri ini pun banyak sekali bahkan dilindungi adalah discotik, club malam, di dalamnya ada perjudian, perzinahan dan mabuk-mabukan.
Hadirin yang dirahmati Allah Ta’ala
Ternyata banyak sekali perbuatan-perbuatan haram, perbautan maksiat, yang sudah dianggap lazim di negri kita ini, sementara perintah Allah banyak sekali yang ditinggalkan. Maka bisa kita ambil benang merahnya bahwa menegakan syariat Islam secara totalitas adalah diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan dilarang oleh pemerintah.
Dalam Al-Quran disebutkan, diwajibkan atas kamu berpuasa, diwajibkan atas kamu qishash, diwajibkan bagi kalian berperang melawan orang kafir yang memerangimu. Semua perintah ini dalam Al-Quran menggunakan kata “KUTIBA” artinya telah diwajibkan, wajib.
Sedangkan di negri kita ini yang terlaksana hanya puasa saja, bahkan terkadang justru yang puasa harus menghargai yang tidak puasa, bahkan ketika ada seorang yang menyuarakan jihad, membantu kaum muslimin yang diperangi oleh orang-orang kafir, mereka menyebutnya dengan teroris. Jadi sesungguhnya kebanyakan bangsa ini telah menolak syariat Allah, yang masih hangat banyak orang munafik yang mengatakan bahwa hijab/jilbab itu tidak wajib bagi umat muslimah.
Hadirin yang dirahmati Allah Ta’ala
Jika seseorang yang bermaksiat kepada Allah disebut dengan sebutan orang yang sesat, akan di la’nat. Maka segolongan manusia yang  ikut dalam hal itu, mendukung hal itu adalah orang yang sesat, yang akan mendapatkan la’nat dari Alla Ta’ala.  Maka solusi agar kita tidak tersesat adalah dengan kembali kepada syariat Islam.




KHUTBAH 2 

الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
“Dengan segala keagungan Allah Ta’ala dan kerendahan hati, mari kita berdo’a meminta ampun kepada Allah ta’ala, semoga bangsa kita ini segera sadar akan kewajibannya untuk menegakan syariat Islam.”
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Menegakkan Syariat Islam Menegakkan Syariat Islam Reviewed by Ahsanulqurun on January 24, 2020 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads