Header AD

Hikmah Di Balik Musibah



Oleh Ust. Arif Ar-rafi'i



ان الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
قال تعالى: يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا


Wahai sekalian orang-orang yang beriman! Takutlah diri kita terhadap Allah Swt dan hendaklah kita melihat dan memperhatikan amalan yang dikerjakan di kehidupan dunia ini, karena sesungguhnya amalan tersebut akan dibawa ke hadapan Allh Swt kemudian akan dipertanggung jawabkan kecil besarnya, baik dan buruknya, karena sesungguhnya Allah Swt Maha Teliti atas apa yang kita lakukan dalam kehidupan ini.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah Swt.
Setelah kita memuji Alla Swt dengan segala keagungannya, juga kita bersyukur atas segala ni`mat yang telah Allah Swt berikan kepada kita, dan kita juga bershalawat kepada nabi kita Nabi Muhammad Saw. Maka khatib wasiatkan untuk khatib pribadi dan jama’ah sekalian, agar senantiasa meningkatkan rasa taqwa kita kepada Allah Swt, karena sesungguhnya Allah tidak akan pernah menerima amalan seseorang jika orang tersebut tidak bertaqwa kepada Alla Swt.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah Swt.
Pemerintah kita NKRI secara resmi mengumumkan  melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana bahwa sepanjang tahun 2019 telah terjadi sekitar 3721 bencana alam, meliputi banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, gempa bumi dan lain-lain. Ini merupakan sesuatu yang aneh, negara yang dimerdekakan oleh para ulama, santri, dan dihuni oleh mayoritas umat muslim, Namun ternyata ribuan bencana menjadi pemandangan sehari-hari bangsa kita. Ini semua harus menjadi muhasabah, introspeksi bagi semuanya. Ada apa dengan negara ini? Selama satu tahun banyak sekali bencana yang menimpa negri ini.
Padahal pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab r.a terjadi satu kali gempa bumi selama masa kekhalifahannya, Ummar mengatakan, ”tenanglah wahai bumi, tenanglah wahai langit, sekarang bukanlah saatnya terjadi bencana.” Lalu Umar bin Khattab mengatakan pada kaumnya, “tahanlah diri kalian dari berbuat maksiat, karena sesungguhnya langit dan bumi telah memberikan tanda bahwa mereka marah atas kemaksiatan yang kita lakukan.”Lalu maksiat apakah yang dilakukan oleh sahabat-sahabat nabi di masa Umar bin Khattab? Hingga Allah memberikan tanda akan kemarahannya dengan digoncangkannya bumi pada waktu itu. Maka jelas, bahwa ribuan bencana alam yang terjadi di bangsa kita adalah merupakan peringatan bagi kita semuanya selaku orang-orang yang mengaku muslim dan beriman kepada Alla Swt.
Kaum muslimin yang dirahmati Allah Swt.
Ada tiga hikmah di balik musibah-musibah yang telah terjadi dan menimpa bangsa kita ini :
1.      Musibah ini sebagai tanda bahwa dunia sudah semakin tua
Dunia ini sudah ada di penghujung zaman, bahwa akhir zaman dimana akan terjadinya kiamat betul-betul sangatlah dekat. Nabi Saw bersabda :
قال رسول الله ؛ أبشركم بالمهدي يبعث في أمتي على ختلاف من الناس، فيملأ قسطا و عدلا، كم يملأ جورا و ظلما...
(
رواه أحمد)
Artinya : " Rosulullah SAW bersabda ; akan kukabarkan kepada kalian berita gembira dengaan diutusnya Imam Mahdi di tengah-tengah kalian, di saat banyak terjadi perselisihan di kalangan manusia dan gempa-gempa banyak yang berlangsung, maka ia (Imam Mahdi) akan mengisi dunia dengan kebenaran dan keadilan, setelah dunia dipenuhi dengan kezaliman dan kesewenang-wenangan."  (HR. Ahmad )
Ketika banyak manusia sedang berselisih urusan dunia dan ketika bencana alam silih berganti di muka bumi ini, maka ketika semua sedang terjadi justru menjadi tanda akhir zaman semakin dekat dan umur dunia ini sudah sangat tua. Ketika dunia yang kita bela, dunia yang kita cari mati-matian, sedangkan kita meninggalkan shalat berjama’ah, mengejar dunia dengan meninggalkan amalan-amalan yang diperintahkan Allah Swt. Maka ingatlah dunia ini sudah di usia yang tua dan sebentar lagi akan meninggalkan kita.
2.      Musibah ini adalah sebagai ujian bagi orang yang beriman, untuk meningkatkan derajat mereka di sisi Allah Swt.
Banjir yang terjadi di wilayah Jabodetabek yang memakan korban di dalamnya ada orang-orang shaleh yang Allah matikan, ada orang-orang beriman yang Allah robohkan rumahnya, namun itu semua bagi mereka adalah ujian untuk meningkatkan derajat mereka di hadapan Allah Swt.
Nabi Saw bersabda : “Sesungguhnya seorang hamba jika Allah Swt menghendaki  diangkat derajatnya namun  amalannya tidak mencapai derajat tersebut, maka Allah akan menguji pada jasadnya, hartanya, atau pada anaknya” (HR. Abu Dawud)
3.      Musibah ini adalah peringatan bagi kita semua
Sebagaimana yang kita lihat bangsa kita melalui pemerintahannya membiarkan dosa dan kemaksiatan terjadi, bahkan ketika ada sebagian atau sekelompok kaum muslimin yang berdiri tegak untuk mencegah kemungkaran tersebut, mereka seringkali dijadikan kambing hitam para rezim untuk sebutan radikalisme.
Nabi Saw bersabda : “Demi Zat yang jiwaku di Tangan-Nya, hendaknya kalian betul-betul melaksanakan amar makruf nahi mungkar atau (jika kalian tidak melaksanakan hal itu) maka sungguh Allah akan mengirim kepada kalian siksa dari-Nya kemudian kalian berdoa kepada-Nya, akan tetapi Allah tidak mengabulkan doa kalian.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahîhul Jâmi’).
Dan pemerintah kita menjadi salah satu sebab, bahkan sebab yang paling utama dimana kemaksiatan-kemaksiatan dibiarkan begitu saja. Maka sebab itu, rasakanlah bencana-bencana tidak akan pernah berhenti sampai kapan pun jika tidak ada amar ma’ruf nahyil mungkar di negri kita ini.

KHUTBAH 2

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَظِيْمِ الإِحْسَانِ وَاسِعِ الفَضْلِ وَالْجُوْدِ وَالْاِمْتِنَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛ 

صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ
Kaum muslimin yang dirahmati Allah Swt.
Hendaklah kita semua senantiasa bertaubat kepada Allah Swt karena sesungguhnya kita hidup di zaman dan negri yang penuh dengan fitnah dan Allah sering murka, semoga kita semua keluarga kita, tetangga kita dan seluruh kaum muslimin di negri ini Allah hindarkan dari berbagai fitnah yang tanpa sadar denagn fitnah itu banyak orang yang telah munafik.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ.  وَارْضَ عَن الخُلَفَاءِ الأرْبَعَة أبُو بَكْر وَعُمَر وَعُثمَانَ وَعَلِي وَعَنْ التَّابِعِيْن وَتاَبِعِ التَّابِعِيْن وَمَنْ تَبِعَهُم بِإحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدَّيْنِ وَ ارْحَمْنَا مَعَهُمْ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَات
رَبَّناَ اغْفِرْ لَناَ وَلإخْوَانِناَ الَّذِيْنَ سَبَقُوْناَ بِالإيْماَنِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِناَ غِلا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّناَ إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ.
رَبَّنَا لَا تُزِغۡ قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةً‌ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ
 رَبنَّاَ ظَلَمْناَ أنْفُسَناَ وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَناَ وَتَرْحَمْناَ لَنَكُوْنَنَّ مِنْ الخَاسِرِيْنَ.
 اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةً۬ وَفِى ٱلۡأَخِرَةِ حَسَنَةً۬ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
 عِباَدَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَـٰنِ وَإِيتَآىِٕ ذِى ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنڪَرِ وَٱلۡبَغۡىِ‌ۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّڪُمۡ تَذَكَّرُونَ
 اُذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْألُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَلِذِكْر اللهِ أكْبَر، وَالله ُيَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ، أقِيْمُوْا الصَّلاَة





Hikmah Di Balik Musibah Hikmah Di Balik Musibah Reviewed by Ahsanulqurun on January 17, 2020 Rating: 5

No comments

Post AD

home ads